Learning 2.0

Learning 2.0 merupakan sebuah pendekatan sistem e-learning yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi web 2.0 (Wikipedia), banyak orang menyebut Learning 2.0 sebagai e-Learning 2.0. Hal itu dikarenakan metode pembelajarannya berbasis elektronik atau dapat disebut sebagai e-Learning. E-Learning itu sendiri adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media Internet, jaringan komputer,maupun komputer standalone. Sehingga, dappat disimpulkan bahwa e-learning 2.0 merupakan e-learning yang lebih mengakomodir sifat narsistik, mobile-isme dan sensitifitas para penggunanya. Dengan e-Learning, kita sebagai siswa bisa melakukan proses belajar mengajar tanpa harus beratatp muka secara langsung dengan guru/pengajar.
Telah dikatakan sebelumnya bahwa e-learning 2.0 terinpirasi dari web 2.0, hal itu dikarenakan web 2.0 lebih interaktif. Secara teknis, web 2.0 adalah suatu pengklasifikasian wajah baru dari suatu web , dimana kita dapat melakukan suatu pertukaran informasi melalui web. Maksudnya, siapapun yang dapat terhubung dengan web, mereka mampu mengirim atau menerima ataupun membagi berbagai konten seperti teks, grafis, video, dan lain sebagainya di web. Yang termasuk web 2.0 antara lain, Wikipedia, blog, photo sharing (flickr), video sharing (YouTube), presentation sharing (Slideshare.net), Social networking (facebook, twitter), dan lain sebagainya. Dengan alasan tersebut, maka konsep e-learning 2.0 pun dibuat. Sehingga, proses pembelajaran dapat menjadi lebih interaktif meskipun hanya melalui dunia maya, atau dapat dikatakan guru dengan murid tidak bertemu secara langsung.
E-learning 2.0 memberikan fasilitas interaksi antara pengajar dan siswa dengan menggunakan teknologi PLE (Personal Learning Enviroment). E-learning 2.0 memanfaatkan web 2.0 seperti web blog, wikipidea, podcast atau social networking. Dengan menggunakan teknologi PLE para siswa bisa menjadi guru mereka sendiri, siswa bisa menentukan sendiri kemana arah pembelajarannya. Dengan menggunakan web 2.0 siswa dan pengajar jadi lebih berinteraksi dan tidak terpaku hanya membaca modul lalu mengerjakan tugas yg sudah di sediakan. Maka dapat disimpulkan bahwa e-learning 2.0 memiliki penekanan pada pembelajaran yang bersifat sosial dan penggunaan perangkat lunak sosial (social networking) seperti blog, wiki, podcast dan Second Life. Proses pembelajaran seperti ini disebut sebagai Long Tail learning.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s